Sabtu, 15 November 2014

LIKA-LIKU MASA REMAJA


Masa remaja adalah usia dimana seorang anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, setidaknya dalam masalah hak. Pembicaraan mengenai masa remaja bagaikan pembicaraan tentang suatu paradoks. Di satu sisi, masa remaja adalah masa yang menyenangkan seperti bunga mawar merah yang mekar. Namun di sisi lain, masa remaja adalah masa yang mengkhawatirkan.
Banyak hal menyenangkan ketika kita membicarakan tentang remaja. Bisa kita bercermin pada diri sendiri. Potret remaja diri kita yang menikmati kegiatan sekolah, persahabatan dan merasakan jatuh cinta. Namun, karena masa remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, apa yang terjadi pada masa remaja akan meninggalkan bekas yang mendalam di masa yang akan datang.
Selama rentang kehidupan, masa remaja merupakan periode yang sangat penting dibandingkan dengan periode sebelum maupun sesudahnya. Bukan berarti mengabaikan periode perkembangan yang lain, akan tetapi akibat-akibat jangka panjang masa remaja itulah yang menjadikan periode ini sangat penting untuk diperhatikan.
Para remaja biasanya bersikap ambivalen terhadap setiap perubahan. Mereka menuntut kebebasan tetapi takut bertanggung jawab akan akibatnya dan meragukan kemampuannya sendiri untuk menghadapi tanggung jawab. Hal ini disebabkan mereka merasa mandiri dan menolak bantuan orang-orang di sekitarnya, padahal masalah-masalahnya pada masa kanak-kanak lebih banyak diselesaikan oleh orang tua dan guru sehingga pada masa remaja ia tidak punya pengalaman dan sulit mengatasi masalah.
Umumnya, remaja banyak berada di luar rumah bersama teman-temannya, maka pengaruh sikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku pergaulannya lebih besar daripada pengaruh keluarga. Disinilah letak peran orang tua maupun orang dewasa di sekelilingnya seperti guru, untuk memberikan pendekatan dengan cara bijaksana serta memperhatikan keadaan emosi, minat, pola perilaku dan nilai-nilai para remaja.

Dalam Islam, ada sebuah Atsar dari Ali bin Abi Thalib yang artinya berbunyi: “Didiklah anak-anakmu agar siap menghadapi zamannya, karena mereka kelak akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu.” Sebagai sebuah kesimpulan, tugas orang tua-lah yang harus mendidik dan memberikan contoh akhlak yang baik kepada anak-anaknya karena keluarga adalah sumber pendidikan pertama bagi anak.

#DikirimKeOpenminds

Tidak ada komentar:

Posting Komentar