Masa remaja
adalah usia dimana seorang anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang yang
lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, setidaknya dalam masalah
hak. Pembicaraan mengenai masa remaja bagaikan pembicaraan tentang suatu
paradoks. Di satu sisi, masa remaja adalah masa yang menyenangkan seperti bunga
mawar merah yang mekar. Namun di sisi lain, masa remaja adalah masa yang
mengkhawatirkan.
Banyak hal
menyenangkan ketika kita membicarakan tentang remaja. Bisa kita bercermin pada
diri sendiri. Potret remaja diri kita yang menikmati kegiatan sekolah,
persahabatan dan merasakan jatuh cinta. Namun, karena masa remaja merupakan
periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, apa yang terjadi pada
masa remaja akan meninggalkan bekas yang mendalam di masa yang akan datang.
Selama rentang
kehidupan, masa remaja merupakan periode yang sangat penting dibandingkan
dengan periode sebelum maupun sesudahnya. Bukan berarti mengabaikan periode
perkembangan yang lain, akan tetapi akibat-akibat jangka panjang masa remaja
itulah yang menjadikan periode ini sangat penting untuk diperhatikan.
Para remaja
biasanya bersikap ambivalen terhadap setiap perubahan. Mereka menuntut kebebasan
tetapi takut bertanggung jawab akan akibatnya dan meragukan kemampuannya
sendiri untuk menghadapi tanggung jawab. Hal ini disebabkan mereka merasa
mandiri dan menolak bantuan orang-orang di sekitarnya, padahal
masalah-masalahnya pada masa kanak-kanak lebih banyak diselesaikan oleh orang
tua dan guru sehingga pada masa remaja ia tidak punya pengalaman dan sulit
mengatasi masalah.
Umumnya, remaja
banyak berada di luar rumah bersama teman-temannya, maka pengaruh sikap,
pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku pergaulannya lebih besar daripada
pengaruh keluarga. Disinilah letak peran orang tua maupun orang dewasa di
sekelilingnya seperti guru, untuk memberikan pendekatan dengan cara bijaksana
serta memperhatikan keadaan emosi, minat, pola perilaku dan nilai-nilai para
remaja.
Dalam Islam,
ada sebuah Atsar dari Ali bin Abi Thalib yang artinya berbunyi: “Didiklah anak-anakmu agar siap
menghadapi zamannya, karena mereka kelak akan hidup pada zaman
yang berbeda dengan zamanmu.” Sebagai sebuah kesimpulan, tugas orang
tua-lah yang harus mendidik dan memberikan contoh akhlak yang baik kepada
anak-anaknya karena keluarga adalah sumber pendidikan pertama bagi anak.
#DikirimKeOpenminds

Tidak ada komentar:
Posting Komentar