Sabtu, 10 Januari 2015

Cerpen "Cerita Sebuah Kampung"

Cerpen ini menjadi kontributor pada Event Inspirasi Remaja Masa Kini_Penerbit Naifa Publishing,
tema: Ketika Alam Berbicara



CERITA SEBUAH KAMPUNG
oleh Anis Unifah

Ada sebuah kampung yang kaya, subur dan makmur. Kampung itu dipimpin oleh seseorang yang selalu mengingatkan para penduduknya untuk taat kepada Allah, selalu mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang Allah. Karena ketaatan mereka kepada Allah, maka Allah menjadikan kampung itu sebagai kampung yang makmur dan penduduknya shalih dan shalihah.
Para pengurus kampung itu biasa mengumpulkan uang dari penduduk untuk disumbangkan ke kampung lain yang membutuhkan. Mereka tidak pernah mengambil uang yang dikumpulkan itu untuk kebutuhan pribadi mereka.
Suatu hari, Kepala Kampung itu meninggal karena usianya yang sudah renta. Allah memanggilnya kembali ke sisi-Nya, maka dipilihlah Kepala Kampung yang lain yang dipercaya oleh penduduk untuk menggantikan Kepala Kampung yang telah wafat.
Setiap Kepala Kampung meninggal, maka dipilihlah Kepala Kampung yang lain untuk meneruskannya, begitu seterusnya hingga para penduduk shalih dan shalihah yang ada di kampung tersebut meninggal satu per satu tergantikan oleh penduduk yang tidak mengenal Allah.
Maka penduduk itu pun mulai melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah, seperti berzina antara lelaki dan perempuan yang belum menikah, mengambil bagian dari uang yang dikumpulkan seluruh penduduk untuk kepentingan pribadi (korupsi), mengambil tanah penduduk lain secara batil, yang kaya merendahkan yang miskin, para homo dan lesbian berkeliaran dimana-mana dan banyak lagi macam pelanggaran yang penduduk itu lakukan.
Kepala Kampung tak tahan dengan kelakuan penduduk yang tidak bisa dikendalikan lagi. Peraturan-peraturan yang dibuat oleh Kepala Kampung tidak lagi dihiraukan, bahkan karena mereka jengkel maka rumah Kepala Kampung dibakar dan putrinya diperkosa oleh remaja kampung tersebut.
Kepala Kampung berdo’a kepada Allah, supaya mereka diberi pelajaran agar penduduknya bertaubat dan kembali pada-Nya. Hanya dengan ketaatan kepada Allah-lah yang menjadikan kampung itu kembali subur dan makmur.
Maka Kepala Kampung yang hanya tinggal di reruntuhan rumahnya itu pun shalat di masjid kampung saat maghrib menjelang. Dia tak henti-hentinya berdo’a supaya Allah mengabulkan do’anya. Seusai berdo’a, dia hendak keluar masjid tetapi tiba-tiba hujan turun begitu deras sehingga Kepala Kampung dan jama’ah lain yang hanya sedikit itu tidak jadi meninggalkan masjid.
Petir menggelegar dan hujan turun lebat seperti lautan yang meluap. Maka dengan mata kepalanya sendiri, Kepala Kampung dan para jama’ah melihat rumah-rumah, sawah dan perkebunan terbawa oleh air seperti guncangan tsunami. Rumah-rumah roboh serta hancur, papan-papannya tersangkut ke sekeliling masjid sehingga menutupi masjid dan melindungi masjid itu. Kepala Kampung menyuruh para jama’ah untuk beristighfar dan memohon perlindungan kepada Allah.
Hingga satu malam, hujan itu tidak berhenti membuat listrik mati dan suara gemuruh, jeritan-jeritan dan suara hancur lebur bercampur deburan air terdengar. Kepala Kampung hanya mendengarnya dibalik kegelapan dalam masjid yang tertutupi oleh papan-papan yang mengelilingi masjid.
Akhirnya, subuh pun menjelang dan suara-suara keruh itu pun memudar. Kepala Kampung shalat berjama’ah subuh dengan para penduduk yang ada di masjid tersebut. Seusai shalat subuh, mereka menunggu matahari terbit dan sinarnya mulai menyusup diantara celah-celah kayu yang menutupi masjid. Mereka kemudian menyingkirkan kayu-kayu itu dari teras dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat ke sekeliling. Semuanya rata dengan tanah. Masya Allah.
Ini hanyalah suatu kampung yang kecil, bagaimana kalau itu sebuah negeri yang besar? Maka Allah Yang Maha Memiliki segalanya-lah yang mempunyai kehendak atas segala sesuatu. Ketika Allah telah memerintahkan alam untuk memporak-porandakan manusia, maka tiadalah tempat memohon perlindungan kecuali kepada Allah. Karena itu, marilah kita taat kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya supaya kita dapat membawa generasi-generasi muda negeri ini menjadi generasi yang bertaqwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar