MERAIH BULAN
oleh Anis Unifah
aku bermimpi
melihat bulan purnama di siang hari
berlatarkan
langit biru dan awan putih,
aku menatap di
atas perahu kecil di tengah lautan
dan tepian
pantai tertutup pasir kecoklatan,
kau berdiri
diantara air mancur yang terpancar
di tengah gempa
yang tak menggesermu dari tempatmu berdiri,
sedang kau tetap
tegak merasakan bulan menghampiri tanganmu,
melenyapkan duka
yang singgah di negerimu,
lalu aku yang
menatapmu, terbawa arus samudera yang tenang
menyatu dengan
resapan air di sela-sela benua,
berkumpul
bersama empat musim,
meninggalkan
negerimu yang dilanda gempa,
namun kau tetap
tegak berdiri, tak tergeser oleh
bencana yang
kian berat meresapi,
kau menggerutu:
ujian ataukah karma,
namun tanganmu
tetap ingin meraih bulan
yang hampir
jatuh ke genggaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar