Sabtu, 10 Januari 2015

Puisi "Meraih Bulan"

dibukukan dan menjadi kontributor event puisi Negeri Kertas



MERAIH BULAN
oleh Anis Unifah

aku bermimpi melihat bulan purnama di siang hari
berlatarkan langit biru dan awan putih,
aku menatap di atas perahu kecil di tengah lautan
dan tepian pantai tertutup pasir kecoklatan,

kau berdiri diantara air mancur yang terpancar
di tengah gempa yang tak menggesermu dari tempatmu berdiri,
sedang kau tetap tegak merasakan bulan menghampiri tanganmu,
melenyapkan duka yang singgah di negerimu,

lalu aku yang menatapmu, terbawa arus samudera yang tenang
menyatu dengan resapan air di sela-sela benua,
berkumpul bersama empat musim,
meninggalkan negerimu yang dilanda gempa,

namun kau tetap tegak berdiri, tak tergeser oleh
bencana yang kian berat meresapi,
kau menggerutu: ujian ataukah karma,
namun tanganmu tetap ingin meraih bulan
yang hampir jatuh ke genggaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar