DIA
aku suka
dengan akhlaknya,
bicara dan
sopan santunnya,
dia
membiarkan orang lain berjalan di depannya,
tetapi
selalu sampai di tempat tujuan lebih dahulu,
dia sangat
berhati-hati
dalam ucapan
maupun tindakan,
rintangan kecil
tak akan membuatnya jatuh; atau rapuh
dia bangkit
dan menuju hari esok,
tak ada kata
menyerah dan putus asa,
orang yang
putus asa jauh dari rahmat Tuhannya, katanya.
dia punya
pandangan, hidup adalah masalah serius,
ada orang
yang berani mati tapi tak berani hidup.
dia terlihat
lembut
namun
sesungguhnya keras bagai baja,
dan dilain
waktu dia sekeras baja
namun
sesungguhnya dia begitu lembut.
dia
membuatku selalu bertanya,
“apa yang
dia lakukan dan apa yang dia rasakan?”
Mungkin;
inilah jatuh cinta,
dunia serasa
milik berdua,
ketika jauh,
Tuhanlah yang menyatukan,
ketika
dekat, kita menjaga iman agar tak ternoda.
bersabarlah
akan hal itu,
Tuhan tengah
menguji keimanan kita,
apa yang
kita yakini itulah yang akan terjadi,
dengan nama
Tuhanku, aku mengagumi akhlakmu,
atas nama Tuhanku,
aku mencintaimu dalam diam
ini bukan
saja cinta, tetapi lebih dari itu,
rindu..
namun aku
tak ingin larut dalam bisikan yang menyesatkan,
karena
sesungguhnya nafsu selalu menyuruh kepada kejahatan,
kecuali
nafsu yang dirahmati,
bersabarlah
menuju kehalalan, kasihku…
karena
Tuhanku menyukai orang-orang yang sabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar