Sabtu, 10 Januari 2015

Puisi "DIA"

Menjadi kontributor dalam Event Penerbit Mafaza Media dan dibukukan dalam Buku Puisi "The Secret Admiror"

DIA

aku suka dengan akhlaknya,
bicara dan sopan santunnya,
dia membiarkan orang lain berjalan di depannya,
tetapi selalu sampai di tempat tujuan lebih dahulu,
dia sangat berhati-hati
dalam ucapan maupun tindakan,
rintangan kecil tak akan membuatnya jatuh; atau rapuh
dia bangkit dan menuju hari esok,
tak ada kata menyerah dan putus asa,
orang yang putus asa jauh dari rahmat Tuhannya, katanya.

dia punya pandangan, hidup adalah masalah serius,
ada orang yang berani mati tapi tak berani hidup.
dia terlihat lembut
namun sesungguhnya keras bagai baja,
dan dilain waktu dia sekeras baja
namun sesungguhnya dia begitu lembut.

dia membuatku selalu bertanya,
“apa yang dia lakukan dan apa yang dia rasakan?”

Mungkin; inilah jatuh cinta,
dunia serasa milik berdua,
ketika jauh, Tuhanlah yang menyatukan,
ketika dekat, kita menjaga iman agar tak ternoda.

bersabarlah akan hal itu,
Tuhan tengah menguji keimanan kita,
apa yang kita yakini itulah yang akan terjadi,
dengan nama Tuhanku, aku mengagumi akhlakmu,
atas nama Tuhanku, aku mencintaimu dalam diam

ini bukan saja cinta, tetapi lebih dari itu,
rindu..
namun aku tak ingin larut dalam bisikan yang menyesatkan,
karena sesungguhnya nafsu selalu menyuruh kepada kejahatan,
kecuali nafsu yang dirahmati,

bersabarlah menuju kehalalan, kasihku…
karena Tuhanku menyukai orang-orang yang sabar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar