(hihi bertepatan dengan ulang tahunku)
EMPAT JANUARI
by Anis Unifah
rintik hujan
berjatuhan
bersama udara petrichor; memudar
aku kilatkan
doa-doa
saat kelabu
bersama awan abu-abu
setiap bulan ini
aku mengenang sesuatu; hari lahirku
tangis pertamaku
di dunia gersang; tanpa rintihan
tentang sekuntum
mawar yang dilimpahi air kehidupan
kini mulai
berkembang indah; tak lagi abu-abu
akhirnya
kukibaskan sayap-sayapku
saat usiaku
bertambah satu demi satu
aku memikirkan
kembali kelahiranku di dunia fana ini
tak pernah
kumeminta dilahirkan
tapi hatiku
berbisik; Tuhan menciptakanku karena mencintaiku
seperti hujan
yang menimpa atap,
meluncur turun
ke lengkung padi
maka itulah
kerinduanku pada Tuhan yang tak pernah menepi
seperti candu
dan kesenangan
seperti petani
yang girang padinya tersiram hujan
beginilah aku
bersyukur dengan kelahiranku; kepada Tuhan
pada empat
januari
sebuah awal
usiaku yang baru
usia yang menambahku
satu demi satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar